Safari satwa “Big 5” adalah istilah bagi mereka yang ingin menyaksikan hewan besar langsung di habitat aslinya di Afrika. Antara lain badak, gajah, harimau, kerbau dan singa.

Africanbluetours

 

Tetapi, sebagai pecinta hewan, mungkin ada beberapa traveller yang tidak ingin membuat hewan tertekan atau stres dan berdampak pada lingkungan. Tak perlu khawatir, kamu masih bisa menikmati safari satwa sambil tetap berperilaku etis dan bertanggung jawab. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

1. Memilih agen wisata lokal

34southtours.com

 

Biasanya, agen wisata yang dijalankan atau mempekerjakan orang lokal tentu akan lebih memahami dan memiliki pengetahuan kuat tentang safwa liar dan dilindungi negara.

Sebelum memilih agen wisata untuk safari satwa nanti, ajukan saja beberapa pertanyaan penting. Seperti apa saja kontribusi yang mereka lakukan untuk melindungi satwa dan lingkungan? Apakah mereka mengunjungi pondok dan perkemahan? Apa mereka memiliki komunitas dan pekerja lokal? Semakin banyak referensi, akan semakin bagus.

2. Kamp ramah lingkungan

theluxurytravelexpert.com

 

Sangat mudah menjumpai kamp atau pondok yang dibangun di sekitar kawasan Taman Nasional untuk melihat safari satwa di Afrika.

Pilihlah jenis akomodasi yang berdampak minim terhadap lingkungan. Misalnya, pondok yang menggunakan tenaga surya, atau mengolah limbah dan sampah mereka menjadi bahan bakar.

3. Upaya konservasi

TripSavvy

 

Cek juga apa yang dilakukan perusahaan atau agen travel wisata dan akomodasi untuk melestarikan lingkungan. Apakah mereka berinisiatif dan aktif meningkatkan jumlah hewan yang dilindungi? Apakah mereka tetap menjaga jarak dan menghindari kotank langsung dengan satwa liar?

Jangan sampai kehadiranmu sebagai turis malah mengusik dan membuat para satwa stres karena mendapatkan pemandu wisata atau agen wisata abal – abal.

Baca Juga :  Ready to Blow Your Mind! Inilah 3 Spot Wisata Paling Mendebarkan Versi Lonely Planet

4. Hindari agen travel safari satwa lir yang menawarkan kontak langsung dengan hewan

tsnapps.go.tz

 

Satu – satunya cara etis dan bertanggung jawab menikmati safari satwa adalah melihat hewan big 5 dari jarak yang aman. Tetapi, jika ada perusahaan atau agen travel yang menawarkan kontak dengan hewan liar di habitat aslinya, sebaiknya kamu menolak.

Menurut sebagian traveller, hewan liar tersebut telah dibius terlebih dahulu agar terlihat jinak. Terkadang, mereka juga dilatih dengan metode yang tidak manusiawi.

5. Komunitas lokal

booking.com

 

Sejumlah penginapan atau pondok safari dimiliki dan dikelola oleh komunitas lokal. Dengan menyewa atau memesan akomodasi ini, kamu dapat membantu perekonomian masyarakat lokal sehingga dana yang ada juga bisa dimanfaatkan kembali untuk warga lokal.

theculturetrip.com

***

YouTube

 

Nah, terbukti sekalipun kita bersafari satwa di alam liar, kita masih bisa bertanggung jawab terhadap kelestarian satwa dan lingkungannya.

Memesan pondok atau kamp yang dikelola warga lokal, agar dana yang ada bisa dikelola untuk kepentingan masyarakat lokal adalah ide brilian yang bisa kamu coba.

lux-mag.com

 

Sama halnya nih, kalau kamu memilih fotografi liburan dari FrameATrip.com. Juru foto FrameATrip.com adalah warga lokal yang bermitra dengan platform fotografi liburan kebanggaan asal Indonesia ini.

So, dijamin liburanmu bakal lebih berkesan karena dipandu selayaknya personal photographer sekaligus warga lokal yang sangat memahami seluk – beluk kota destinasimu.

Bertualang tanpa batas, dan ambil foto Рfoto terbaik untuk mengabadikan kenanganmu. Capture your best trip with  FrameATrip.

Related Posts